DPRD Kukar Soroti Realisasi APBD 2024, Rendi Solihin: SILPA Akan Dimaksimalkan di 2025
Kutai Kartanegara, KLIKSAMARINDA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar Rapat Paripurna Ke-16 Masa Sidang III, Selasa, 1 Juni 2025.
Agenda rapat kali ini adalah mendengarkan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD terhadap Nota Penjelasan Pemkab Kukar terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Rapat paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kukar ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Kukar, Rendi Solihin.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Rendi Solihin menanggapi beberapa poin penting terkait evaluasi APBD 2024, termasuk catatan-catatan yang menjadi sorotan mayoritas fraksi DPRD.
“Yang jelas memang ada beberapa yang sudah sesuai target, ada beberapa juga yang belum terealisasi sesuai target,” ujar Rendi menjelaskan.
Ia menegaskan bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun 2024 akan dimaksimalkan penggunaannya pada APBD 2025 agar program-program pembangunan berjalan lebih optimal.
“Insya Allah, silpa yang ada akan kita maksimalkan di 2025 ini. Tentu saja kita juga akan menindaklanjuti catatan-catatan yang disampaikan DPRD,” ungkapnya.
Menurut Rendi, mayoritas fraksi menyoroti perlunya peningkatan kualitas penyerapan anggaran dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hingga kini belum maksimal.
Untuk itu, dia bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang baru dilantik berkomitmen memperbaiki pola pendapatan daerah.
“Selama ini PAD kita stagnan dan masih sangat bergantung pada dana perimbangan dari pusat, yang sifatnya fluktuatif, tergantung harga minyak bumi, batubara, dan lainnya. Tugas kami lima tahun ke depan adalah mencari cara agar PAD kita meningkat tiap tahun,” tegasnya.
Selain mengandalkan sektor-sektor potensial, Rendi juga menyoroti optimalisasi kinerja Perseroan Daerah (Perseroda), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Perusahaan Daerah (Perusda) yang ada di Kukar.
“Banyak hal yang bisa kita tingkatkan di Kukar, termasuk optimalisasi semua Perseroda, Perusda, dan BUMD. Jangan kaget kalau ke depan kami, saya dengan Pak Bupati Aulia, akan merevisi perusda-perusda yang tidak bisa memberikan kontribusi PAD bagi Kukar,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)



